MEDAN, 12 Agustus 2026 – PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) berpartisipasi aktif dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 guna mendukung kemandirian industri farmasi dan penguatan rantai pasok kesehatan nasional. Mengusung tema One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience, perhelatan yang dihadiri lebih dari 1.300 apoteker dari seluruh Indonesia ini menjadi momentum strategis bagi PYFA untuk mendukung terciptanya ketahanan kesehatan nasional yang terintegrasi.
Partisipasi PYFA dalam ajang ini sejalan dengan visi Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, saat membuka PIT IAI 2026. Mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, beliau menekankan bahwa apoteker memiliki peran krusial dari hulu ke hilir rantai kefarmasian, mulai dari penyediaan bahan baku, R&D, hingga pelayanan kesehatan di masyarakat. Keterlibatan PYFA diwujudkan melalui open booth sebagai fasilitas interaksi langsung, di mana tim PYFA memberikan penjelasan komprehensif kepada para apoteker mengenai ekosistem beserta portofolio produk PYFA.
Nurul Fadnany Putri selaku Head of Regulatory Affairs PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menegaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam perhelatan ilmiah ini adalah bentuk tanggung jawab nyata terhadap penguatan ekosistem kesehatan nasional. Ia menilai bahwa kepatuhan pada regulasi dan sinergi bersama tenaga kefarmasian merupakan pilar penting untuk memastikan keamanan sekaligus daya saing industri di masa depan.
“Sebagai entitas yang bergerak di sektor vital, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) senantiasa menempatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar mutu sebagai fondasi utama operasional kami. Kehadiran kami di PIT IAI 2026 mencerminkan komitmen kepatuhan kami terhadap arah kebijakan kesehatan nasional. Kami secara konsisten memastikan bahwa seluruh produk dan inovasi PYFA, serta entitas anak seperti PT Ethica Industri Farmasi, diproduksi sesuai dengan standar cara pembuatan dan ketentuan yang berlaku untuk masing-masing kategori produk, termasuk CPOB untuk produk obat. Kami mendukung penuh setiap inisiatif regulasi yang mendorong kemandirian industri farmasi nasional demi tercapainya ketahanan kesehatan atau National Resilience yang aman, bermutu, dan berdaya saing.”
Komitmen kepatuhan dan sinergi operasional PYFA menjadi semakin krusial di tengah tantangan industri farmasi saat ini. Sebagaimana dipaparkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar dalam pembukaan acara ini, Indonesia saat ini masih bergantung pada impor untuk sekitar 94 persen bahan baku obat kimia, sedangkan bahan baku obat biologik dan biosimilar masih sepenuhnya didatangkan dari luar negeri. Sejalan dengan dorongan pemerintah terkait percepatan riset, transfer teknologi, dan transformasi menuju era bioteknologi, PYFA Group melalui PT Pyridam Farma Tbk dan entitas anaknya, PT Ethica Industri Farmasi, hadir untuk memperkenalkan portofolio produk, kapabilitas, serta teknologi yang dimiliki kepada para tenaga kefarmasian.
Sinergi lintas sektor ini sejalan dengan visi Ikatan Apoteker Indonesia dalam merespons dinamika kesehatan. Lilik Yusuf Indrajaya selaku Ketua Umum terpilih PP IAI periode 2026–2030 menegaskan bahwa transformasi profesi apoteker saat ini adalah kunci utama dalam merespons tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektoral dari seluruh pemangku kepentingan merupakan pilar penting untuk mendorong lahirnya sistem kefarmasian yang adaptif.
“Profesi apoteker memiliki posisi yang semakin strategis. Kesehatan manusia, hewan, lingkungan, keamanan obat, pangan, inovasi teknologi, hingga transformasi sistem kesehatan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan.”
Secara operasional, PYFA didukung oleh fasilitas produksi yang menerapkan standar cara pembuatan sesuai dengan kategori produk, termasuk CPOB untuk produk obat. Portofolio PYFA Group mencakup obat resep, obat bebas (OTC), suplemen kesehatan, dan alat kesehatan. Sinergi antarentitas dalam PYFA Group mendukung pengelolaan rantai pasok dan pengembangan produk sesuai ketentuan regulatori yang berlaku.
Ke depannya, PYFA akan melanjutkan investasi pada lini penelitian dan pengembangan (R&D) serta peningkatan kapasitas produksi guna merespons perkembangan teknologi kesehatan terkini. Langkah ini diambil guna mendukung program pemerintah dalam membangun kemandirian farmasi di Indonesia.
Tentang PYFA
PT Pyridam Farma Tbk, yang dikenal dengan brand PYFA, adalah perusahaan publik di sektor farmasi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: PYFA). PYFA memiliki unit bisnis yang terdiri dari obat resep dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, krim, dan injeksi. PYFA memiliki anak perusahaan ternama, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.
Relasi Hubungan Media:
Leilanie Nadia Kusuma
Head of Corporate Communications
Website : www.pyfa.co.id
Email : corcomm@pyfa.co.id






