JAKARTA, 28 Agustus 2026 – PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) melaksanakan Paparan Publik Semester I Tahun Berjalan 2026 di Jakarta. PYFA menegaskan posisi layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) atau maklon sebagai penopang utama Perseroan pada Semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, pendapatan neto Perseroan tumbuh 16,8% menjadi Rp1,62 triliun dibandingkan Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun 2025, sementara rugi usaha menyusut 99,4% menjadi Rp0,38 miliar mendekati titik impas pada level operasional. Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh kuatnya kontribusi layanan CDMO di Indonesia maupun Australia.
Dalam paparan publik, Direksi PYFA memaparkan bahwa di tengah tantangan makroekonomi, PYFA berhasil menjaga pertumbuhan margin yang sehat dan meminimalisir rugi operasional hingga hampir mencapai titik impas berkat strategi efisiensi pengadaan. Sejak Perseroan merampungkan akuisisi Probiotec (Australia) pada pertengahan 2024, layanan CDMO secara konsisten menjadi penopang transformasi dan pertumbuhan pendapatan Perseroan selama dua tahun terakhir. Melalui Probiotec yang bermitra dengan sejumlah prinsipal farmasi global serta penguatan kapasitas manufaktur di dalam negeri, PYFA membangun platform CDMO lintas negara yang kini menjadi tulang punggung pendapatannya. Fasilitas Probiotec di Kemps Creek, Australia, telah beroperasi penuh dan mengantongi sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA) serta Halal, sehingga membuka akses Perseroan ke pasar ekspor global.
Di dalam negeri, Perseroan memperkuat platform manufakturnya melalui anak usaha PT Ethica Industri Farmasi. Fasilitas Produksi Injeksi Steril (Lini 3) telah diresmikan dan direncanakan memasuki produksi komersial pada awal 2027, yang akan menambah kapasitas injeksi steril Perseroan. Perseroan juga tengah menjajaki penambahan Lini 4 dan Lini 5 dengan bentuk sediaan berbeda untuk melayani permintaan mendatang. Injeksi steril merupakan segmen bernilai tambah tinggi dengan kapasitas global yang tergolong ketat, sehingga memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia kapasitas yang kredibel bagi para prinsipal.
“Selama dua tahun terakhir, layanan CDMO secara konsisten menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan Perseroan. Kapasitas manufaktur dan sertifikasi mutu internasional telah memperkuat strategi dan rencana komersil yang kami miliki dan telah terbukti menarik kepercayaan para prinsipal global untuk bermitra dengan PYFA. Fokus kami ke depan adalah terus memperkuat layanan CDMO dan fokus pada produk-produk berlisensi tinggi untuk memberikan layanan terbaik bagi kesehatan masyarakat.” Ujar Antes Eko Prasetyo, Direktur PYFA.
Ia menekankan bahwa kapabilitas manufaktur Perseroan yang ditopang oleh standar sertifikasi internasional memberikan keunggulan kompetitif tersendiri untuk memimpin inovasi dan memperluas portofolio pengobatan pada segmen krusial ini. Hal ini untuk merespon dinamika perubahan demografis dan gaya hidup yang memicu peningkatan kasus penyakit tidak menular dan mempersiapkan pipeline portofolio yang kuat untuk melakukan penetrasi di pasar penyakit degeneratif.
Langkah tersebut sejalan dengan besarnya peluang pasar. Indonesia merupakan pasar farmasi terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar USD 11 miliar, sementara pasar CDMO global diperkirakan mencapai sekitar USD 275 miliar pada 2026 dan tumbuh 6–10% per tahun, dengan Asia-Pasifik sebagai kawasan tercepat. Kombinasi permintaan domestik yang besar dan kapasitas CDMO global yang ketat mempertemukan peluang pada kapasitas yang telah Perseroan bangun
Ke depannya, perusahaan juga tengah menjajaki penambahan kapasitas Lini 4 dan Lini 5 dengan bentuk sediaan yang berbeda untuk melayani permintaan di masa mendatang. Mengakselerasi penetrasi pasarnya, PYFA menargetkan peluncuran lebih dari 15 SKU baru pada 2026. PT Pyridam Farma Tbk senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan inovasi bernilai tambah tinggi, yang akan didukung oleh percepatan otomatisasi proses berbasis Artificial Intelligence (AI) di seluruh Grup guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional demi memenuhi dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat domestik maupun global.
Tentang PYFA
PT Pyridam Farma Tbk, yang dikenal dengan brand PYFA, adalah perusahaan publik di sektor farmasi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: PYFA). PYFA memiliki unit bisnis yang terdiri dari obat resep dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, krim, dan injeksi. PYFA memiliki anak perusahaan ternama, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.
Relasi Hubungan Media
Leilanie Nadia Kusuma
Head of Corporate Communications
Website : www.pyfa.co.id
Email : corcomm@pyfa.co.id






