Skip links

PYFA Mengumumkan Laporan Keuangan Kuartal III/2026 dengan Pendapatan Tumbuh 17,2%, EBITDA melonjak ke Rp239,9 Miliar dan Rugi Usaha Menyusut 91,5%

3 min read
POIN UTAMA:

JAKARTA, 3 November 2026 – PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) mengumumkan kinerja keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Mengutip laporan tersebut, Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp2,41 triliun, tumbuh 17,2% dibandingkan Rp2,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang kini beroperasi dari Indonesia dan Australia.

Secara keseluruhan, kinerja hingga kuartal III/2026 menunjukkan perbaikan pada kualitas pertumbuhan, bukan sekadar pada skalanya. Laba bruto Perseroan tumbuh 29,9% menjadi Rp542,76 miliar dari Rp417,86 miliar, yakni tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Sejalan dengan itu, margin laba bruto menguat menjadi 22,5% dari sebelumnya 20,3%. Penguatan margin ini bersumber dari volume produksi yang lebih besar yang menekan biaya tetap per unit biaya per unitnya menjadi lebih rendah.

Perbaikan tersebut berlanjut hingga level operasional. EBITDA Perseroan mencapai Rp239,9 miliar, jauh meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,8 miliar. Depresiasi dan amortisasi mencapai Rp252,7 miliar, sebagian besar terkait aset hasil akuisisi Probiotec, sementara beban keuangan tercatat Rp322,4 miliar. Hal tersebut yang menyebabkan Perseroan masih mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp338,7 miliar, namun angka ini telat menyusut 7,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kemudian setelah selisih kurs penjabaran, rugi komprehensif menyusut 27,8% menjadi Rp221,4 miliar. Pemegang saham dan investor dapat mengakses rincian selengkapnya melalui laporan keuangan konsolidasian interim yang telah disampaikan pada kanal keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan situs resmi Perseroan.

“Capaian hingga kuartal III/2026 menunjukkan bahwa integrasi strategi ekspansi dan efisiensi operasional yang kami jalankan selama dua tahun terakhir berada di jalur yang tepat. Pertumbuhan pendapatan 17,2% yang diiringi kenaikan laba bruto 29,9% serta penyusutan rugi usaha 91,5% mencerminkan bahwa model bisnis manufaktur terintegrasi dan layanan CDMO kami semakin solid. Kami tidak hanya memperluas skala bisnis di pasar domestik dan regional, tetapi juga secara konsisten memperbaiki struktur biaya operasional untuk mempercepat pencapaian profitabilitas Perseroan,” ujar Direktur Keuangan PT Pyridam Farma Tbk, Sinta Ningsih.

Sebagai mitra strategis bagi sejumlah perusahaan farmasi terkemuka, PYFA juga terus memperluas portofolio produk berlisensi untuk menjawab kebutuhan terapi penyakit dengan beban kesehatan nasional terbesar. Pada September 2026, Perseroan resmi mengantongi Persetujuan Izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk produk Fenofibrate 145 mg, yang difokuskan pada penanganan gangguan lipid dan pencegahan masalah kardiovaskular. Kehadiran produk ini melengkapi portofolio Perseroan pada area terapi kardiovaskular, yang berdasarkan data BPJS Kesehatan [periode: Januari sampai September 2026] mencatatkan pembiayaan penyakit jantung sebesar Rp17,35 triliun dan stroke sebesar Rp7,21 triliun. Kontribusi produk ini akan mulai terlihat pada periode berikutnya seiring berjalannya distribusi.

Kapabilitas CDMO yang menjadi penopang kinerja ini dibangun secara bertahap sejak Perseroan mengakuisisi Probiotec dan meluncurkan layanan CDMO pada 2024. Cakupannya meliputi pengembangan formula, registrasi produk, hingga produksi massal untuk beragam bentuk sediaan mulai dari tablet, kapsul, sirup, krim, sampai injeksi, didukung fasilitas manufaktur di Indonesia dan Australia. Fasilitas Perseroan di Australia telah mengantongi lisensi Therapeutic Goods Administration (TGA), yang membuka akses ke pasar ekspor dengan standar internasional. Perseroan juga telah menyelesaikan ekspansi fasilitas injeksi steril Lini 3 di PT Ethica Industri Farmasi, yang ditargetkan mulai memproduksi secara komersial pada tahun 2027 untuk mengoptimalkan kapasitas terpasang dan monetisasi layanan CDMO.

Tentang PYFA

PT Pyridam Farma Tbk, yang dikenal dengan brand PYFA, adalah perusahaan publik di sektor farmasi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: PYFA). PYFA memiliki unit bisnis yang terdiri dari obat resep dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, krim, dan injeksi. PYFA memiliki anak perusahaan ternama, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.

Relasi Hubungan Media:

Leilanie Nadia Kusuma
Head of Corporate Communications
Website : www.pyfa.co.id
Email : corcomm@pyfa.co.id

Berita Terbaru

Berita Terkait