JAKARTA, 30 Oktober 2026 – PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) resmi meraih penghargaan bergengsi sebagai Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader untuk kategori Indonesia Best Pharmaceuticals di sektor Healthcare di Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas keunggulan strategis PYFA dalam mengintegrasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), keberlanjutan (Sustainability), dan transformasi digital, sekaligus membuktikan ketangguhan model bisnis layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO), maklon farmasi, serta toll-in (toll manufacturing) lintas negara yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan kinerja Perseroan.
Pencapaian ini sejalan dengan pesatnya pergeseran industri kesehatan dunia menuju efisiensi rantai pasok melalui kemitraan manufaktur kontrak. Berdasarkan laporan riset pasar global terbaru dari Cervicorn Consulting (2026), nilai pasar CDMO farmasi global tercatat menembus lebih dari USD 263,04 miliar hingga USD 275 miliar pada tahun 2026 dan diproyeksikan mencapai USD 520,27 miliar pada tahun 2035 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate / CAGR) yang solid di kisaran 7,06% hingga 10% per tahun, di mana kawasan Asia-Pasifik menjadi pusat pertumbuhan tercepat di dunia. Tren tingginya permintaan alih daya produksi melalui skema maklon dan toll-in (toll manufacturing) dari prinsipal farmasi global ini membuka peluang ekspansi masif bagi PYFA yang telah menyiapkan infrastruktur manufaktur berstandar internasional di Indonesia dan Australia.
Penetapan PYFA sebagai pemenang didasarkan pada keberhasilan perusahaan meraih nilai tertinggi dari dewan juri pada empat pilar penilaian utama, meliputi kinerja CDMO terbesar, inovasi CDMO paling progresif, efisiensi operasional terbaik, serta komitmen keberlanjutan dan ekspansi global. Pencapaian operasional tersebut sejalan dengan performa keuangan PYFA yang menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal. Pada laporan keuangan tahun penuh FY 2025, pendapatan PYFA tumbuh pesat sebesar 43,7% mencapai Rp2,7 triliun dari Rp1,9 triliun pada FY 2024, di mana layanan CDMO tercatat konsisten mendorong kenaikan pendapatan dalam dua periode laporan keuangan terakhir.
Head of CDMO PYFA untuk wilayah operasional Indonesia, Savira Tjan, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata atas unggulnya kemitraan PYFA dengan berbagai perusahaan multinasional maupun jajaran perusahaan top tier di Indonesia. Sebagai perwakilan Perseroan, keunggulan kompetitif PYFA terletak pada kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi produk yang inovatif serta dukungan layanan yang ekstensif (extensive services) bagi seluruh klien. Kapabilitas tersebut dinilai sangat relevan dalam menangkap peluang di tengah pertumbuhan industri farmasi yang kian dinamis, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penguatan fundamental bisnis Perseroan.
“Penghargaan Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader dari portal berita industri ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi PYFA. Sebagai perwakilan yang memimpin lini usaha CDMO Wilayah Indonesia, kami berkomitmen menjadi mitra strategis pilihan bagi perusahaan multinasional dan top leading companies di Indonesia dengan terus melahirkan produk-produk inovatif yang didukung layanan CDMO paling ekstensif di kelasnya. Tingginya permintaan klien serta positifnya tren pertumbuhan industri saat ini tercermin langsung pada performa total PYFA, di mana lini bisnis CDMO secara konsisten selama dua tahun terakhir menjadi motor penggerak utama lonjakan pendapatan Perseroan hingga tumbuh 43,7% mencapai Rp2,76 triliun, dengan gross margin yang terjaga kuat di angka 21,1%. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan standar layanan dan inovasi produk untuk memberikan nilai tambah terbaik bagi seluruh mitra bisnis dan pemangku kepentingan,” ungkap Savira Tjan, Head of CDMO PYFA.
Keunggulan PYFA sebagai mitra strategis B2B tercermin dari rekam jejak inovasi CDMO dan layanan toll-in yang dipercaya oleh berbagai prinsipal farmasi kelas dunia, serta inisiatif pengembangan New Chemical Entity (NCE) pertama di Indonesia. Di pasar internasional, fasilitas anak usaha PYFA yakni Probiotec di Kemps Creek, New South Wales, Australia, telah beroperasi penuh pasca-konsolidasi tiga lokasi di Sydney serta mengantongi sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA), sertifikasi Halal, dan predikat tertinggi bangunan berkelanjutan Green Star 6 Star (World Leadership) dari GBCA. Sementara di dalam negeri, PYFA memperkuat ekosistem manufakturnya melalui PT Ethica Industri Farmasi di Cikarang dengan merampungkan konstruksi Fasilitas Produksi Injeksi Steril (Lini 3) yang memiliki kapasitas tiga kali lipat dari lini sebelumnya dan dijadwalkan memasuki produksi komersial pada awal 2027 untuk menjawab ketatnya kapasitas injeksi steril global, di samping pertumbuhan segmen Over-the-Counter (OTC) melalui PYFAHEALTH dan PYFAESTHETIC.
Penguatan kapabilitas produksi lokal dan kemitraan alih teknologi melalui skema CDMO dan maklon yang dijalankan PYFA juga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan struktural kesehatan di Tanah Air. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Indonesia merupakan pasar farmasi terbesar di kawasan ASEAN dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 11 miliar (setara Rp146 triliun untuk produk farmasi dan Rp38 triliun untuk alat kesehatan), namun masih memiliki ketergantungan impor bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredients / API) sekitar 80% hingga 94%, serta ketergantungan penuh pada impor bahan baku obat biologik dan biosimilar. Di sisi lain, merujuk pada laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, dinamika demografis dan gaya hidup masyarakat memicu tingginya prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kanker yang menuntut ketersediaan pasokan obat resep, sediaan injeksi steril, serta terapi inovatif secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan nasional.
Tentang PYFA
PT Pyridam Farma Tbk, yang dikenal dengan brand PYFA, adalah perusahaan publik di sektor farmasi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: PYFA). PYFA memiliki unit bisnis yang terdiri dari obat resep dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, krim, dan injeksi. PYFA memiliki anak perusahaan ternama, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.
Relasi Hubungan Media:
Leilanie Nadia Kusuma
Head of Corporate Communications
Website : www.pyfa.co.id
Email : corcomm@pyfa.co.id






