Skip links

ISPA: Gejala, Penyebab, dan Ciri-Cirinya

5 min read
ISPA Gejala, Penyebab, dan Ciri-Cirinya
KEY POINTS:
  • Penyebab & Penularan: ISPA dipicu oleh infeksi virus atau bakteri yang menular cepat melalui percikan droplet, asap rokok, serta polusi udara.
  • Gejala Utama: Ciri khas diawali dengan batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, lemas, dan nyeri kepala.
  • Kondisi Berat: Infeksi dapat memburuk dan menyebar ke saluran pernapasan bawah yang ditandai dengan gejala sesak napas.

ISPA: Gejala, Penyebab, dan Ciri-Cirinya – ISPA adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran pernapasan manusia, dimulai dari saluran pernapasan atas (hidung) hingga saluran pernapasan bawah (alveoli), termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura. Dalam standar klasifikasi medis internasional, kode diagnosis ICD 10 ISPA adalah J06.9 (Acute upper respiratory infection, unspecified).

Mengutip data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi nasional ISPA di Indonesia mencapai angka 23,5%, dengan Provinsi DKI Jakarta mencatatkan angka kejadian sebesar 22,6%. Lebih lanjut, mengutip data World Health Organization (WHO), infeksi saluran pernapasan bawah masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas (kematian) tertinggi secara global setiap tahunnya, terutama di negara berkembang. Penularan penyakit ini terjadi secara cepat melalui paparan droplets (percikan cairan saluran napas), partikel aerosol di udara, serta kontak langsung dengan individu yang terinfeksi.

Apa Saja Gejala ISPA pada Anak dan Orang Dewasa?

Mengenali gejala ISPA sejak fase awal sangat penting agar intervensi medis dapat segera dilakukan sebelum infeksi menyebar ke jaringan paru-paru yang lebih dalam. Tingkat keparahan keluhan umumnya dipengaruhi oleh ketahanan sistem imun penderita dan tingkat keganasan (virulensi) patogen.

Secara klinis, manifestasi keluhan ini terbagi berdasarkan kelompok usia:

  • Gejala ISPA pada anak: Anak-anak dan balita cenderung mengalami demam tinggi secara mendadak, batuk terus-menerus, hidung tersumbat yang mengganggu waktu tidur, rewel, penurunan nafsu makan drastis, hingga tarikan dinding dada ke bagian dalam saat bernapas.
  • Gejala ISPA dewasa: Pada kelompok usia produktif, keluhan umumnya diawali dengan rasa gatal atau nyeri saat menelan (faringitis), hidung berair (rhinorrhea), bersin-bersin, batuk kering maupun berdahak, sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan fisik yang dapat menghambat produktivitas kerja.

Bagaimana Ciri-Ciri ISPA Berdasarkan Tingkat Keparahannya?

Mengidentifikasi ciri-ciri ISPA secara akurat membantu membedakan infeksi saluran napas ringan dengan kondisi darurat medis seperti pneumonia.

  • Ciri ISPA pada anak yang membutuhkan observasi ketat: Frekuensi napas menjadi jauh lebih cepat dari batas normal (tachypnea), terdengar suara napas tambahan seperti mengi (wheezing) atau stridor saat menghirup udara, serta munculnya warna kebiruan di sekitar bibir (sianosis) akibat kurangnya pasokan oksigen.
  • Ciri-ciri ISPA pada orang dewasa: Demam ringan hingga sedang, suara menjadi serak atau hilang (laringitis), produksi sputum (dahak) yang berubah warna menjadi kuning kehijauan, rasa berat atau nyeri di area dada, serta penurunan kadar saturasi oksigen apabila infeksi telah mencapai kantung udara paru (alveoli).

Apa Penyebab ISPA dan Faktor Risikonya?

Secara medis, penyebab ISPA yang utama adalah invasi mikroorganisme patogen seperti virus (Rhinovirus, Influenza, Adenovirus, Respiratory Syncytial Virus) dan bakteri (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Di samping agen biologis tersebut, ISPA adalah penyakit yang sangat dipengaruhi oleh faktor risiko lingkungan dan perilaku sehari-hari.

  • Penyebab ISPA pada anak: Sistem imunitas tubuh yang belum berkembang sempurna, paparan asap rokok dari anggota keluarga di rumah (perokok pasif), status gizi yang kurang optimal, serta penularan silang di lingkungan sekolah atau area bermain.
  • Penyebab ISPA pada orang dewasa: Paparan polusi udara dan asap kebakaran hutan atau lahan (karhutla), paparan bahaya biologis di tempat kerja, kebiasaan merokok yang merusak mekanisme pembersihan mukosiliar saluran napas, serta penurunan imunitas akibat kelelahan.

Mengutip penelitian kesehatan dalam Jurnal Multidisiplin Sahombu, riwayat penyakit di dalam keluarga terbukti menjadi faktor risiko paling signifikan yang meningkatkan penularan ISPA hingga lebih dari dua kali lipat akibat intensitas kontak erat di rumah. Selain faktor domestik, kondisi fisik ruangan seperti suhu dan kelembapan udara yang tidak memenuhi standar Kementerian Kesehatan maupun WHO turut memperbesar kerentanan saluran pernapasan terhadap infeksi mikroorganisme. Faktor individu seperti pertambahan usia di atas 35 tahun serta kebiasaan merokok juga berkontribusi menurunkan fungsi pertahanan alami mukosa paru dan imunitas tubuh. Oleh karena itu, ketidakpatuhan dalam menggunakan masker pelindung di lingkungan berisiko semakin memperbesar peluang terpapar droplets dan aerosol pemicu ISPA.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah ISPA menular dan apa itu ISPA pada anak?

Ya, mengutip pedoman Kementerian Kesehatan RI, ISPA adalah infeksi yang ditransmisikan dengan cepat melalui droplets saat penderita batuk atau bersin, terutama di lingkungan rumah tangga yang memiliki frekuensi interaksi tinggi. Sementara itu, apa itu ISPA pada anak merujuk pada infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang kelompok usia di bawah 18 tahun (terutama balita), yang memerlukan pengawasan ekstra karena diameter saluran napas anak lebih sempit dan rentan mengalami komplikasi pneumonia.

2. Apakah ISPA berbahaya dan ISPA disebabkan oleh apa?

Terkait apakah ISPA berbahaya, kondisi ini dapat berdampak serius hingga mengancam jiwa apabila diabaikan, karena infeksi dapat menyebar ke jaringan paru bagian bawah dan memicu gagal napas akut. Mengenai ISPA disebabkan oleh apa, pemicu utamanya adalah infeksi virus atau bakteri yang diperparah oleh buruknya kualitas sirkulasi udara dalam ruangan, perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba, paparan asap rokok, serta tertular dari anggota keluarga yang sedang sakit.

3. Bagaimana cara menyembuhkan ISPA secara efektif?

Untuk menjawab bagaimana cara menyembuhkan ISPA, penanganannya disesuaikan dengan agen penyebabnya. Karena sebagian besar kasus dipicu oleh infeksi virus, langkah utamanya meliputi istirahat total yang cukup, memperbanyak konsumsi air putih hangat untuk membantu mengencerkan mukus (dahak), mengonsumsi obat simtomatik (seperti penurun demam atau pereda batuk), serta mencukupi asupan nutrisi harian. Pemberian antibiotik hanya boleh dilakukan berdasarkan resep dokter apabila terbukti terdapat infeksi bakteri sekunder.

Kesimpulan

Memahami bahwa ISPA adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat mudah menular menuntut kewaspadaan kita dalam mengenali gejala ISPA, faktor penyebab ISPA, serta ciri-ciri ISPA pada anak maupun orang dewasa. Mengingat transmisi di lingkungan keluarga dan kondisi udara ruangan sangat memengaruhi risiko penularan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga sirkulasi udara tetap ideal, serta disiplin menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang yang sedang sakit merupakan langkah perlindungan terbaik untuk memutus mata rantai penularan ISPA.

Sumber Referensi:

  • World Health Organization (WHO): Guidelines for Indoor Air Quality: Dampness and Mould & WHO Pneumonia Fact Sheet.
  • Jurnal Multidisiplin Sahombu (Astuti et al., 2026): Factors Associated with the Incidence of Acute Respiratory Infections Among Employees at Tanjung Priok Regional General Hospital in 2025.
  • Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI: Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
  • Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI: Mengenal Penyakit Saat Musim Pancaroba.

Latest Articles

Related Articles